Translate

Jumat, 29 Agustus 2014

5 Kebiasaan yang dapat Memperpanjang Umur

Penuaan adalah musuh kita bersama. Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum, bukan? Nah, sekarang, sebagian besar dari kita berbondong-bondong untuk menghindari produk-produk kimia guna melawan penuaan ini. Suatu fakta menyebutkan, kita bisa menghindari proses penuaan ini dengan melawan penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, diabetes—yang justru akan mempercepat proses penuaan dan merupakan penyebab utama kematian dini.
Penuaan bukan seperti hantu yang apabila kita meminta jasa pengusir hantu maka akan pergi begitu saja. Bukan itu. Melainkan akan melambat prosesnya apabila kita melakukan beberapa hal sederhana seperti di bawah ini.

#1 Mengonsumsi berbagai buah dan sayuran dengan aneka warna

Orang-orang yang mengonsumsi berbagai macam buah dan sayur secara konsisten memiliki kemungkinan terkecil untuk terserang penyakit kronis. Mereka mempertahankan berat badan yang ideal dan akan hidup lebih lama. Keanekaragaman warna yang dimiliki oleh buah dan sayuran menunjukkan nutrisi yang berbeda-beda dan anti-oksidan. Berbagai nutrisi dan antioksidan dapat melawan penuaan dari berbagai arah. Anthicyanin, misalnya, antioksidan yang memberikan warna biru tua pada blueberry, dapat membantu melawan pertumbuhan sel kanker, sedangkan beta karoten, prekursor vitamin A yang memberikan warna oranye pada wortel, dapat membantu mendukung fungsi kekebalan tubuh yang optimal.
Bagaimana tips untuk memvariasikan konsumsi buah dan sayuran di menu kita? Pilihlah 1-2 buah sayuran baru setiap kali Anda berbelanja makanan, dan masukkan menu buah dan sayuran setiap kali Anda makan. Cukup mudah, bukan?

#2 Mengonsumsi Asam Lemak Omega-3 Rantai Panjang

Asam eicosapentaenoic omega-3 rantai panjang (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) dipercaya dapat memberikan efek awet muda.
Seorang ahli jantung di Rumah Sakit Umum San Fransisco, Dr. Ramin Farzaneh-Far, dan rekannya melakukan studi untuk melihat efek EPA dan DHA pada kromosom penuaan. Menurut hasil publikasi di JAMA, mereka menemukan bahwa dengan kandungan EPA dan DHA yang tinggi dalam darah maka akan didaptkan kemungkinan terkecil untuk terserang penyakit jantung dan kecepatan paling lambat untuk kromosom mengalami penuaan.
Di mana kita bisa mendapatkan EPA dan DHA? EPA dan DHA ditemukan dalam ikan berlemak seperti salmon, tuna, halibut, mackerel dan sarden. Jika Anda tidak menyukai ikan dan tidak mau mengonsumsi ikan sebagai lauk setiap hari, cukup menggantinya dengan suplemen minyak ikan. Mengonsumsi suplemen minyak ikan dalam makanan Anda sama baiknya dengan mengonsumsi langsung ikan dalam menu Anda.